6:51 pm - Thursday May 23, 2013

Tips Cara Bernegosiasi atau Berdebat

Advertisement

negosiasi Tips Cara Bernegosiasi atau Berdebat

Tips Cara Bernegosiasi atau Berdebat

Bernegosiasi atau Berdebat ada tipsnya tersendiri, berikut ini Tips Cara Bernegosiasi atau Berdebat yang bisa anda pelajari. Negosiasi adalah dialog di antara dua atau lebih pihak atau orang yang ditujukan untuk menciptakan saling pengertian, menyatukan perbedaan pendapat, menggali manfaat, atau menghasilkan kesepakatan. Negosiasi adalah proses di mana pada akhir negosiasi setiap pihak yang terlibat mencoba mengambil manfaat terbaik untuk diri mereka sendiri.

Selama berlangsungnya nego­siasi kedua pihak akan saling tukar, tawar, tarik, dan ulur. Karena itulah seseorang yang sedang bernego­siasi mutlak menguasai teknik komunikasi interpersonal dengan jitu, sebab dalam setiap negosiasi ada pesan, pemberi, dan penerima pesan, feedback selama negosiasi berlangsung, hingga kesimpulan akhir negosiasi merupakan proses komunikasi interaktif antar pihak yang sedang bernegosiasi.

Tips Cara Bernegosiasi atau Berdebat

Dalam negosiasi Anda belajar menahan diri, menyerang tanpa harus merasa menang, dan menyerah tanpa harus merasa kalah. Selamat bernegosiasi.

Semangat yang mendasari berlangsungnya negosiasi adalah adanya niat membangun kerja sama, berkompromi, siap bertukar konsesi, atau memberi dan menerima, serta kesetaraan. Jika selama proses negosiasi yang terjadi ada­lah kebalikan dari semangat dasar ini, maka negosiasi dipastikan gagal atau akan ada pihak yang tidak puas.

Ada berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan negosiasi, yaitu:

  1. Siapkanlah materi yang akan dipertukarkan. Tentukanlah seberapa banyak yang Anda siap tukarkan dengan lawan negosiasi. Dalam hal negosiasi jual-beli, seorang penjual yang baik atau bijak. Misalnya, akan memberikan seoptimal mungkin materi yang ia jual kepada pembeli. Bahkan menambah berbagai fasilitas lain yang dianggap menarik perhatian pem­beli demi kelancaran transaksi.
  2. Hindarilah mengalah terlalu jauh, sebab kerugian pasti lebih besar, terutama ketika posisi tawar Anda kebetulan lemah. Seringkali demi memberi kepuasan kepada lawan negosiasi, kita memberikan terlalu kompromi dan terkesan menyerah. Dalam negosiasi harus terdapat kepercayaan diri, kecuali Anda benar-benar pasrah dan hendak mengakhiri negosiasi seeepatnya karena terdesak. Dalam situasi seperti ini pada dasarnya Anda tidak sedang melakukan negosiasi.
  3. Mengalah, bertahan, atau menyerang harus dilakukan den­gan tenang dan tidak terkesan kasar atau provokatif. Menjadi subjektif atau melebih-lebihkan posisi diri sendiri sudah jelas tidak menguntungkan, alih-alih menciptakan antipati lawan nego­siasi. Tone atau nada suara harus setenang mungkin dan rileks serta berusaha fokus kepada isu utama dan dalam kondisi emosi yang sta­bil.
  4. Berorientasilah kepada solusi saling menguntungkan. Ingatlah bahwa dalam negosiasi keuntungan untuk satu pihak juga berarti kehilangan bagi pihak lain. Menghitung hanya berdasarkan kerugian atau berorientasi hanya kepada keuntungan akan membuat negosiasi berhenti pada posi­si tetap. Misalnya, seorang penjual memaksakan harga tinggi kepada calon pembeli yang benar-benar membutuhkan harga murah. Komunikasi di antara keduanya tidak berlangsung positif. Maka negosiasi akan bubar dengan mudah. Mungkin saja Anda tidak akan memberi harga seperti yang diharapkan pembeli, namun ke­tika negosiasi sudah mulai menuju akhir tanpa kesepakatan, apakah Anda berpikir untuk menyerahkan sedikit lagi hak Anda, dan sekali lagi tanpa merasa rugi? Apakah harga yang lebih rendah dan menurunkan marjin penjualan dapat dianggap rugi?
  5. Bersiaplah untuk hasil akhir negosiasi, baik yang memuaskan atau tidak. Bernegosiasi sudah pas­ti membutuhkan kesiapan mental, sebab seringkali yang dipertaruhkan adalah gengsi atau posisi ta­war. Mungkin saja Anda berasal dari perusahaan atau lembaga atau individu yang lebih besar atau tinggi dibanding lawan negosiasi. Percayalah bahwa negosiasi sudah pasti terjadi ketika kita memerlukan sesuatu yang tidak kita miliki dan hanya bisa diraih dengan cara meminta kepada pihak lain. Sikap terburu-buru atau memandang sepele lawan negosiasi hanya ka­rena keberadaan kita yang lebih tinggi bisa berakibat fatal, sebab lawan yang merasa disepelekan bisa berpaling dari negosiasi dan membatalkan proses yang sedang berlangsung. Mungkin saja Anda akan merasa marah, menyerang, bahkan mengintimidasi. Dalam hal ini Anda sedang tidak ber­negosiasi, sebab dalam negosiasi harus ada semangat kesetaraan.
  6. Bernegosiasi adalah proses komunikasi antar dua pihak yang berorientasi kepada pertukaran. Baik kata, bahasa verbal, maupun nonverbal seperti bahasa tubuh persuasif akan berperan dengan kuat. Ketika menyampaikan kalimat dengan sangat lembut, namun di sisi lain bahasa tubuh

Anda menyiratkan hal yang bertentangan, maka pihak lawan akan menangkapnya sebagai ketidakwajaran dan tidak akan percaya dengan apa yang kita sebutkan, Ketika Anda mengambil waktu terlalu lama untuk menyampaikan gagasan atau penawaran serta alasan Anda, maka lawan bicara akan merasa bahwa Anda hendak mendominasi situasi pembicaraan.

Terakhir, negosiasi tidak akan pernah sukses jika berlangsung dalam suasana “sepi” artinya kedua pihak yang sedang bernegosiasi lebih banyak mengandalkan baha­sa nonverbal, sehingga poin-poin pembicaraan tidak terungkap jelas. Rasa enggan memberikan penawaran atau mudahnya para negosiator kecewa akibat permintaan yang ditolak akan membuat negosiasi hambar. Sumber: SM

Demikian informasi tentang Tips Cara Bernegosiasi atau Berdebat, semoga bermanfaat

 

Advertisement

Filed in: Life Style

Terimakasih telah membaca Tips Cara Bernegosiasi atau Berdebat. Jika anda menyukainya tolong DUKUNG kami dengan membagikan artikel ini ke rekan anda lewat Facebook Like, Twitter dan Google+. Terimakasih

No comments yet.

Leave a Reply