Selama ini, orang awam mengidentikkan kolesterol dengan suatu penyakit yang disebabkan kelebihan lemak. Ya, kolesterol memang salah satu komponen lemak yang harus ada dalam tubuh dengan jumlah ideal 200 mg/dl. Selayaknya zat gizi lain, kolesterol punya peranan dalm metabolisme tubuh manusia, salah satunya sebagai cadangan makanan.

kolesterol
Setiap hari, hati memproduksi kolesterol dalam jumlah yang tepat. Jumlah kolesterol bisa bertambah jika seseorang mengonsumsi makanan yang berasal dari hewani maupun makanan cepat saji. Jika kolesterol dalam darah jumlahnya berlebih, maka zat ini akan membentuk plak dalam pembuluh darah. Kondisi ini disebut arterosklerosis, yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Arterosklerosis memicu terjadinya penyakit jantung dan stroke. Sebagian besar penderita hiperkolesterol berusia di atas 40 tahun. Namun, menurut dr Herniah Asti W, Sp PK (50), hiperkolesterol dapat menyerang anak-anak bila terdapat riwayat keturunan penyakit jantung.
Jadi, orang tua perlu mewaspadai anak-anak yang punya riwayat keturunan penyakit tersebut jika berat badannya sudah melebihi ideal. Jika penyakit ini bisa dideteksi sejak dini, maka tindakan preventif pun bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Angka kolesterol total yang seimbang dalam tubuh manusia adalah 200 mg/dl dengan komposisi HDL, LDL dan trigliserida normal. Artinya, pengecekan dengan tes laboratorium tetap diperlukan untuk melihat bagaimana perbandingan jumlah zat lemak yang ada dalam tubuh Anda.
Jika angka LDL (kolesterol baik) sangat rendah, itu berarti kemampuan tubuh melawan kolesterol juga rendah. Ada beberapa fakta tentang penyakit kolesterol yang tidak diketahui masyarakat. Salah satunya adalah fakta bahwa orang bertubuh kurus pun bisa terkena hiperkolesterol. Faktor genetik, kurang olahraga, serta pola makan yang buruk merupakan penyebab kadar kolesterol tinggi di dalam tubuh. Sebab, kolesterol tak hanya berasal dari makanan hewani saja, tapi juga dari makanan yang digoreng, junk food, minuman soda, alkohol dan rokok.
Gejala paling mudah untuk mendeteksi Anda menderita hiperkolesterol terlihat dari berat badan. Berat badan berlebih merupakan pertanda ada lemak berlebih pula dalam tubuh Ada. Nah, sebagian orang percaya, cara menurunkan kolesterol dengan menghindari semua makanan berlemak. Ini jelas keliru, sebab hanya makanan yang mengandung lemak jenuh seperti mentega, lemak daging saja, lemak trans (makanan cepat saji) yang perlu dihindari.
Sedangkan makanan yang mengandung lemak tak jenuh seperti dalam ikan, minyak zaitun, serta kacang-kacangan justru dapat menurunkan kolesterol dalam darah. Seorang penderita hiperkolesterol mengalami gejala yang bersifat jangka panjang. Sebab, pada beberapa kasus, penderitakolesterol yang berusia di atas 50 tahun sudah mengalami penimbunan plak kolesterol sejak berusia 20 tahun. Maka, solusi pencegahan semakin berkembangnya penyakit ini hanya bisa dilakukan dengan pengecek kolesterol secara berkala setiap dua sampai lima tahun sekali. Berikut ini Tips Cara Mencegah Koleserol. Sumber: SM









