Cara Merawat Mobil Matic. Padatnya berbagai jalur lalu lintas sekarang ini sudah tidak bias dipungkiri lagi apalagi dikota-kota besar atau ada event tertentu misalnya Lebaran atau tahun baru, hal ini menjadi alasan kenapa banyak orang yang lebih memilih mobil dengan transmisi otomatis atau Matic daripada mobil transmisi manual. Maklum karena dengan transmisi otomatis atau Matic orang lebih mudah mengendarai apalagi bagi wanita.
Mobil matik berbeda dengan transmisi manual. Yang manual, terasa ribet bila melaju di jalanan macet. Sedikit-sedikit harus mengganti tuas kopling, rem dan seterusnya. Capek. Namun semua masalah itu tidak serta-merta mendorong orang untuk cepat-cepat berganti mobil dari transmisi manual ke mobil matik. Apalagi masih ada sebagian orang yang memandang mobil matik kurang menantang, karena dianggap seperti mobil mainan semacam bom-bom car. Sebagian lagi merasa ngeri dengan mahalnya ongkos perawatan apabila transmisi otomatisnya rusak.
Lebih menakutkan lagi, jika mobil matik rusak di daerah pinggiran. Karena tidak semua bengkel mampu memperbaiki. Walaupun demikian, keberadaan mobil matik mulai diperhitungkan seiring makin padatnya jalur lalu lintas di perkotaan.
Oleh sebab itu, jika kita memang dihadapkan pada keputusan untuk menggunakan mobil matik, maka kita harus benar-benar menyelami dan memahami benar mobil matik, agar tidak ada masalah di kemudian hari.
Cara Merawat Mobil Matic
Tugas pertama sebelum memilih mobil matik adalah mengenali dulu transmisi matik. Berbeda dengan mobil manual yang tuas koplingnya tersusun dengan urutan angka kecepatan 1, 2,3,4,5, dan R (untuk mundur).
Sementara untuk mobil matik, tuas persneling atau kopling tersusun berdasarkan format P (parking), N (neutral), R (reverse), D (drive), D-2 (second) dan 1/L (low).
Posisi P berarti mobil kita dalam keadaan untuk berhenti dalam jangka lama atau parkir. Posisi N menempatkan mobil dalam kondisi tuas kopling netral, yang biasanya digunakan saat menunggu di dekat lampu lalu lintas atau kemacetan.
Kemudian R digunakan saat mobil akan dimundurkan. Posisi D digunakan saat di jalanandatar dan rata.
Untuk jalanan sedikit menanjak, posisi tuas dipindahkan ke D2. Apabila medan jalan lebih curam, maka posisi tuas lebih baik pada 1/L.
Ada pilihan lain, yaitu D3 yang biasanya digunakan untuk maju dengan posisi kecepatan gear 3. Kemudian 0/D (over drive), yaitu posisi tuas yang memberikan perintah untuk pindah kecepatan atau gear bila perputaran mesin lebih tinggi dari kondisi sebelumnya.
Cara Merawat Mobil Matic
Setelah memahami format tuas mobil matik, tugas berikutnya adalah merawat transmisi tersebut agar tetap lancar saat digunakan. Sama seperti mobil manual, mobil matik perlu dirawat atau diservis secara berkala. Penggantian oli transmisi secara kontinu setiap 25.000 hingga 50.000 kilometer, tergantung oli yang digunakan.
Selain itu, posisi tuas persneling sebaiknya digunakan sesuai kondisi jalan. Misalnya, saat berhenti lama, bisa dipakai posisi P dan jalan menanjak posisi L, agar putaran gear tidak seperti dipaksa. Demikian pula saat melaju lambat, posisinya D atau D2. Saat memulai laju kendaraan, disarankan jangan menginjak pedal gas terlalu kuat dan mobil terhentak, karena gear akan berjalan tidak normal.
Kemudian saat mengemudi sebaiknya jangan terlalu sering memindahkan tuas persneling agar vulve tidak cepat aus atau rusak. Tugas terakhir yang patut diwaspadai adalah memeriksa secara dini setiap kebocoran atau kerusakan gasket bagian transmisi. Jika kebocoran didiamkan, kerja transmisi bisa terpengaruh dan cepat aus.
Bila mobil melalui jalanan banjir, sebaiknya oli transmisi dikuras dan diganti baru untuk menghindari kemungkinan tercampurnya oli dengan air. Karena air yang masuk ke transmisi dapat merusak gearbox. Sehingga bisa menyebabkan macet. Semoga Tips Cara Merawat Mobil Matic bermanfaat, terimakasih











Sehebat apapun strategi yang disodorkan saat memboyong mobil matik, tetap saja langkah preventif tetap perlu dilakukan. Salah satunya adalah mengganti oli transmisi.